Sudahkah Kita Meneliti…?

Selama dua hari ini (20-21 Nov 2013) saya mengikuti Pelatihan Metodologi Penelitian yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (www.lppm.ub.ac.id). Selama mengikuti kegiatan ini saya tersadarkan bahwa tugas seorang akademisi sebenarnya yang paling utama adalah melakukan penelitian. Tetapi fakta yang saya alami, lebih banyak mengajarnya dari pada menelitinya. Wah ini ternyata salah.

Sebagaimana kita ketahui secara umum, tugas seorang dosen terdiri dari tri dharma perguruan tinggi, yaitu mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat.

Perkembangan ilmu pengetahuan, bukan dimotori oleh proses pengajaran. Tetapi lebih dikembangkan oleh aktivitas-aktivitas penelitian yang dilaksanakan oleh semua civitas akademika. Namun saya miris – secara pribadi – ternyata tidak banyak penelitian yang kita lakukan. Pertanyaannya mengapakah ada fenomena semacam ini?

Bagi saya, kesadaran meneliti merupakan bentuk kesadaran kritis kita melihat keadaan di sekitar kita. Kita perlu melihat, ternyata banyak fenomena yang ada di sekitar kita yang tidak berjalan sesuai dengan harapan kita. DI sisi lain, kita juga melihat keadaan yang kita anggap baik ternyata sebagian masih salah atau tidak terperhatikan sama sekali.

Mungkin pertanyaan klasik sebagai permulaannya adalah: MENGAPA HAL INI TERJADI? BAGAIMANA KOK BISA TERJADI, BAGAIMANA CARA KITA MENYELESAIKANNYA? terkait dengan pertanyaan ini, Saya memiliki sebuah kesimpulan:

Seseorang yang tidak pernah bertanya, ia tidak akan pernah menjawab, seseorang. Seseorang yang tidak menjawab, tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Jika ia tidak bisa menyelesaikan masalah, ia tidak akan bisa mengambil keputusan. Seseorang yang tidak bisa mengambil keputusan, tidak akan bisa menjadi pemimpin. Jika ia tidak bisa memimpin, ia tidak pernah hidup. Sebab manusia yang hidup merupakan pemimpin.

Berani bertanya, berani meneliti, berani mencari jawaban. Itulah Hidup.

Post a Comment

أحدث أقدم