Dalam sebuah sesi pelatihan, Seorang sahabat dan rekan saya bertanya: “Bagaimana cara kita memberikan konseling jika kita sudah berbeda values dengan klien?” Pada dasarnya konseling atau memberikan nasehat kepada orang lain bukan dimaksudkan untuk mengubah values dalam diri orang lain dengan paksaan. Kehadiran kita sebagai konselor hanyalah membantu klien untuk membuat pilihan-pilihan baru dalam hidupnya, lalu kita biarkan mereka membuat keputusan sendiri dalam kehidupannya.
Tulisan ini tidak akan membahas tentang konseling, tapi saya hanya ingin berkomentar tentang masih banyak orang yang belum siap menerima perubahan dan situasi yang berbeda dalam hidupnya. Saya pernah mendengar ada seorang rekan guru yang mengeluhkan perilaku siswa-siswanya yang dianggap makin tidak sopan. Di lain waktu saya mendengar ada rekan kerja senior yang menganggap para juniornya tidak lagi mengindahkan nilai-nilai etika ketimuran, ada juga seorang dosen yang merasa para mahasiswa tidak menghargainya. Dari semua keadaan itu, pertanyaan yang sering kali mereka kemukakan, “Kenapa ya para siswa, mahasiswa, atau rekan kerja junior sekarang ini tidak lagi mematuhi aturan-aturan lama yang sudah mapan?” atau ada juga guneman yang seperti ini “Para mahasiswa sekarang ini tidak sama seperti saat saya mahasiswa dulu.”
Menurut mereka siswa, mahasiswa, atau rekan kerja junior sangat berbeda dengan keadaan mereka dulu. Yang siswa, misalnya, tidak akan berani membantah pernyataan gurunya meski gurunya tidak selamanya benar. Para mahasiswa jika berkomunikasi dengan dosennya cenderung menggunakan bahasa-bahasa yang tidak pakem secara umum, misalnya sms-sms alay yang ditulis perpaduan antara angka dan huruf sehingga kadang-kadang tidak mudah unutk dipahami isinya.
Saya melihat, di satu sisi para siswa atau mahasiswa ini tidak sopan karena berbicara tanpa mengindahkan etika ketika berbicara dengan orang yang lebih tua dari mereka. Tetapi di sisi lain saya memandang, mereka tidak sepenuhnya salah, mungkin saja masih banyak di antara kita yang belum siap melihat keadaan yang sangat jauh berbeda dengan masa kita dulu. Kita juga seringkali bertindak overacting memandang dan mengukur masa sekarang dengan kacamata tua kita. Dulu keadaan berbeda, dan sekarang pun telah berbeda. Setiap masa selalu ada trend utama yang menjadi panutan bagi banyak orang. Karena trend utama ini begitu mendominasi, sehingga membuat kita selalu mengharapkan menjadi trend utama ini.
Generasi sekarang adalah generasi yang lahir dan besar dengan nilai yang sangat bervariatif. Maka jangan heran kemudian banyak muncul ketidakcocokan dengan nilai-nilai lama. Generasi sekarang adalah generasi yang sangat berani dan kreatif sehingga sudut pandang mereka jauh lebih liar dibandingkan dengan generasi 70-an akhir. Generasi tua cenderung lebih stabil dalam menghadapi keadaan, sementara generasi muda jauh lebih tertantang untuk membuat inovasi-inovasi baru dengan keberanian kreativitas mereka.
Hidup dengan generasi baru memaksa kita untuk belajar lebih memahami fenomea yang ada di sekitar anak muda tersebut sehigga mendorong kita menjadi kreatif. Beda generasi melahirkan perbedaan nilai-nilai. apapun bentuknya.
Post a Comment