Psychology on Monday #1

Your network is your networth. Ukuran jejaringmu menentukan ukuran penghasilanmu. Growing and developing bisnis membutuhkan keberanian untuk berkolaborasi dan bersinergi. Kolaborasi untuk memajukan bisnis masing-masing, sinergi untuk memadukan masing-masing keunggulan.

Bisnis ditumbuhkan dengan cara menemukan ide, merumuskan konsep, berani mengeksekusi rencananya. Tidak ada yang sempurna di awal, namun sempurna itu berproses. Dalam bisnis keberanian untuk terus berproses itulah yang terpenting. Jatuh dan bangun merupakan proses yang berkelanjutan. Jika seseorang berhenti yang terjadi hanya jatuh. Sementara untuk berhasil butuh bangkit, meskipun ada sakit yang mengikutinya.

Sementara mengembangkan ukuran bisnis (bussiness scale) tidak hanya butuh keberanian, lebih dari itu butuh strategi. Keberanian tanpa strategi hanyalah “nekad”. Strategi tanpa keberanian hanyalah “omong kosong”.

Ada banyak strategi untuk mengembangkan bisnis, namun tidak ada strategi yang fit untuk semua bisnis. Jadi modal penting dan utama adalah terus belajar sampai ketemu strategi yang paling fit dengan bisnisnya. Trial and error, mencoba dan menemukan error yang harus diperbaiki secara berkelanjutan (kaizen, continues performance). Find your fit way.

———–

Kembali kepada inti pesan tulisan ini yaitu your network is your networth. Ada syarat penting bagi siapapun yang ingin sukses, yaitu membangun network, jejaring, bersilaturrahim. Silaturrahim membuat seseorang panjang umur dan lebih sejahtera. Secara psikologis, seseorang yang senang membangun jejaring, mempertemukan jejaring, atau menjadi pemicu lahirnya jejaring-jejaring baru, lebih sehat dan sejahtera. Ia mempertemukan ide-ide positif, menghadirkan rasa senang dan bahagia, memicu gesekan-gesekan positif ke dalam circlenya. Dengan bertemunya berbagai positive circle tersebut, tercetus berbagai peluang pengembangan diri, bisnis, dan komunitas ke arah yang berkemajuan dan berdampak positif.

Wong kang sholeh kumpulono, begitu kalimat dalam syair tombo ati (obat hati). Wong kang sholeh adalah orang-orang yang bukan hanya sholeh (baik, positif), mereka juga menghadirkan kesholehan kepada orang lain (positive impact). Dengan kata lain, sholeh dan menyolehkan, baik dan menyebarkan kebaikan.

Berkumpul dengan para akademisi yang sholeh, membuat kita berpikir ala akademisi namun tidak sok keminter, apalagi keblinger karena pintar. Dalam hal ini meningkatkan derajat pemahaman ke level yang lebih tinggi. Berada dalam circle para pengusaha, menstimulasi keberanian untuk berwirausaha atau memiliki strategi menaikkan level wirausaha. Berorganisasi dengan para aktivis yang menggelorakan perubahan yang positif dan berkemajuan, menyalakan api semangat perubahan.

Sebagai penutup, dalam syair Arab disebutkan: ‘anil mar’i la tasal, fasal qoriinahu. Tentang seseorang janganlah tanya siapa dirinya, tapi tanyakanlah siapa temannya . Your circle represent your mentality and personality.

Salam hormat dari Malang

Ilhamuddin


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *