Pagi-pagi Serunya Mandikan Aqila


Pagi ini Aqila dan Abi punya cerita, biasanya si Umah yang mandikan tapi pagi ini Abi yang mandikan Aqila.

Meski beberapa kali saya pernah mandikan Aqila, tapi pagi ini terasa berbeda karena Aqila bergerak dengan lincah dalam bak mandi. Mungkin dikira kolam renang kali ya. Setidaknya sekali dalam seminggu saya sempatkan untuk mandikan si kecil, ya biar bisa akrab dengan si kecil.


Saya merasa mungkin waktu pagi merupakan waktu yang maksimal buat saya bermain dengan Aqila, karena kalau udah sore biasanya si baby udah dimandikan Umahnya dan setelah itu tidur. Nah, saya pulang dari kantor dia udah tidur. Untungnya si setiap hari Aqila bangun jam 3 atau jam 4 subuh. Sehingga saya punya waktu yang sangat panjang di waktu subuh dan pagi bermain dengan Aqila.
Ketika mengajar di kelas, seorang mahasiswa pernah bertanya kepada saya, “bagaimana anak kecil dapat mengetahui ayah dan ibunya?
Pertanyaan mahasiswa tersebut membuat saya berpikir dan mengingat-ingat moment-moment bersama Aqila. Menurut saya, si bayi mengenal ayah dan ibunya melalui proses pembiasaan (conditioning dalam bahasa psikologi-nya). Awalnya si bayi tidak tahu siapa yang mendampingi dan bersama dengannya. Tapi dia mulai merasakan kemananan dan kenyamanan bersama dengan seseorang yang terbiasanya dengannya, yang dikemudian hari ia panggil dengan ayah dan ibu.
Bagi saya, dengan dasar pemahaman itu membuat saya berpikir bahwa waktu, kualitas, dan kuantitas kebersamaan dengan anak menjadi hal utama dalam membangun kelekatan (attachment) dengan si Anak. Saya sadar sepenuhnya kebersamaan saya dengan Aqila tidak memiliki waktu yang banyak, tapi setidaknya pagi ini dia sudah bersama dengan Abi-nya dan dimandikan oleh Abi-nya. Mudah-mudahan ini bagian dari proses yang efektif untuk membangun kelekatan dengan Aqila Smile

Post a Comment

Previous Post Next Post