Tadi siang sepulang dari kampus, saya diceritai oleh istri tentang Aqila. Kata istri, Aqila manja dan tidak mau disenenin (dimarahin). Kalau dimarahin dia langsung teriak dan nangis (mewek…gitu).
Sepertinya dia sudah bisa membaca ekspresi muka dan nada suara dari Ummah-nya, sehingga dia bisa merespon dengan cara seperti itu.
Menurut yang pernah saya pelajari, bayi sebenarnya dapat membedakan tekanan suara-suara tertentu yang diasosiasikan oleh si bayi dengan keadaan emosi tertentu.
Dalam teori conditioning misalnya, kita mengetahui bahwa stimulus yang diikuti oleh reinforcement tertentu akan menimbulkan respon perilaku tertentu.
Stimulus (S) + Reinforcement (Ri) = Response (Rs)Saya kadang-kadang berpikir, seandainya anak saya diberi stimulus Marah lalu diikuti oleh Reinforcement berupa pemberian ASI maka anak saya akan menganggap Marah sebagai sesuatu yang menyenangkan, karena setiap dia dimarahin dia akan mendapatkan sesuatu yang memuaskannya, apalagi jika ditilik dari kepuasan masa oralnya Freud.
Dari berbagai ekspresi emosi yang muncul dari si kecil Aqila, ada 2 hal yang menarik perhatian saya, yaitu saat dia berteriak dengan sangat keras, dan saat dia tersenyum.
Saat dia berteriak dengan sangat keras, saya melihat ada dua pola yang muncul jika dia berteriak dengan sangat keras dan diikuti oleh suara tangisan, itu berarti dia sedang merasakan sakit. Tetapi sebaliknya jika dimulai dengan tangisan ringan (mewek bahasa jawa-nya) itu berarti dia sedang mencari perhatian. Dan jika perhatian yang dibutuhkan terlambat diberikan maka dia akan berteriak dengan sangat keras dan lalu menangis…. hehehe lucu juga ya.
Mungkin saya perlu memperbaiki cara kami merespon ekspresi emosinya Aqila. Saya pikir, agar mengajarkan dia bahwa kami memperhatikan dan menyayanginya, setiap dia butuh perhatian maka kami segera mendekatinya, tanpa menunggu dia berteriak dulu.
Yang kedua menarik perhatian saya adalah saat dia tersenyum. Aqila memang belum bisa tertawa terbahak-bahak atau tertawa yang begitu senangnya, jadi dia baru bisa tersenyum saja.
Saya perhatikan, jika dia tersenyum sebelah kanan/kiri itu menandakan dia suka terhadap respon atau stimulus yang kami berikan. Tetapi jika dia tersenyum lebar sisi kiri dan kanan bibirnya itu pertanya dia sangat senang terhadap apa yang kami lakukan atau yang kami bicarakan. Benar-benar luar biasa.
Terima kasih ya Allah atas anugerah dan pemahaman yang telah Engkau berikan lewat anak kami
Post a Comment