15 Desember 2012 Aqila genap berusia 1 bulan
Tidak terasa hari berlalu dengan begitu cepat seakan baru kemarin dia lahir. Aku ada di sana pada saat itu, menanti detik-detik kelahirannya. Sejak dua hari sebelumnya, istriku sudah mulai merasakan tanda-tanda kelahiran si kecil Aqila.
Tetapi kuminta pada Aqila untuk menunggu kepulanganku, sehingga dapat menantinya. Ternyata Aqila dapat menunggu, hingga tepat tanggal 1 Muharram 1434 H atau bertepatan dengan tanggal 15 November 2012 dia lahir.
Tetapi kuminta pada Aqila untuk menunggu kepulanganku, sehingga dapat menantinya. Ternyata Aqila dapat menunggu, hingga tepat tanggal 1 Muharram 1434 H atau bertepatan dengan tanggal 15 November 2012 dia lahir.
Pukul 03.00 WIB
Istriku mulai merasakan sakit pada punggungnya dan rasa tidak nyaman pada bagian panggulnya. Tapi masih sangat ngantuk sehingga sedikit tidak kuhiraukan..... (maaf ya Biby). Aku kira sakit sama seperti hari-hari sebelumnya. Waktu berlalu dan kuminta dia untuk rileks dan tidur, tapi aku merasa kasian karena dia tidak juga bisa tidur.... :( Hingga kurang lebih pukul 03.30 WIB aku terpaksa bangun dan memijit-mijit kakinya berharap sakitnya segera berkurang.
Sejenak kemudian azan sholat subuh berkumandang. Istriku bilang jika nanti sampai jam 5 sakitnya tidak juga berkurang, kami akan pergi ke tukang pijit hamil. Setelah subuh, berdoa dan berharap, rasa sakit istriku tidak juga berkurang. Sabar ya Sayang :)
Pukul 05.00 WIB
Akhirnya kami berangkat ke tukang pijit hamil, untuk mengetahui dan memperbaiki posisi kandungan. Setelah sampai di sana, cerobohnya Aku tidak bawa uang. Aku lupa.....Waduh maafkan aku Sayang :) Akhirnya aku harus kembali ke rumah dan menitipkan istriku di tempat pijit... (jahatnya Aku). Udah gitu aku kira pijitnya lama. Sehingga aku sedikit santai-santai pulangnya dan berangkatnya pun aku sedikit telat. Eh...gilanya istriku tidak kutinggalkan HP sehingga mudah menghubungiku. HPku dan HP istriku ku bawa semua.
Di sana istriku menunggu dengan menahan sakit dan sedikit cenut-cenut.....sementara aku naik motor dengan santainya...waduh aku jahat dua kali tuh.... Dengan menggeretakkan giginya...menyambut kedatanganku, sementara aku merasa bersalah....dan tidak berani ngomong apa-apa. Aku berusaha tersenyum berusaha meredakan kemarahannya. Bodohnya aku :))
Menurut si ahli pijitnya.... bahwa hari ini sudah waktunya. Dalam hatiku berkata, wah ini berarti hari ini anakku akan lahir....Alhamdulillah.
Pukul 06.00 WIB
Sepulang dari tempat pijit, aku memutuskan untuk pulang ke rumah dulu sebelum berangkat ke persalinan. Aku minta istriku untuk sarapan dulu, meski dia sedikit tidak mau makan, tapi aku dan mertuaku memaksanya untuk tetap makan meski sedikit.
Sementara istriku makan aku mempersiapkan segala sesuatu yang harus kubawa. Tapi menurut mertuaku, nanti aja bawa barang-barang. Biar aku sama istriku aja dulu yang berangkat ke persalinan.
.....Bersambung......
.jpg)
Post a Comment